Sunday, 18 December 2011

coretan pagi

coretan kecil untuknya pagiku...

♥ aku ingin tetap tersenyum walau kini tak lagi pagi, mendung menyelimuti hari, menyisipi hati yang kutahu itu kasih ♥

bayangan pagi mampu memikatku, walau hari terus bergerak tak lagi pagi. tapi untukku setiap waktu adalah pagi, saat mentari pagi meneduhkanku dengan bias cahayanya yang menarik. 
terkadang hati ini berbisik sendu, saat lembayung senja hadir, senyum paginya menyapa. aku inginkan melepaskan semua itu disini, di taman ini. 'kan kubiarkan semua lepas menjadi bayang-bayang, dan biarlah hanya ada mimpi yang tersemat dalam relung hatiku tentangnya. pagiku. 
pagi ini tiada, pagi ini telah terenggut bias cahaya bulan semalam. pagiku telah menghilang, tanpa satu pesan yang menyertai kepergiannya. 

"aku ingin memujamu sejak pagi hingga petang, malam menyelimuti tiba waktuku untuk memujimu, hingga tak kubiarkan ada celah untukku membencimu"

Friday, 9 December 2011

Maafkan Aku Sobat :)

Wanita ini sahabatku (kanan), kadang berubah menjadi fashion stylish untukku. Ya dia serba bisa, namanya Revina Elriza Riska Delimar. Aku mengaguminya, ia gadis cantik, periang dan juga  pintar. Darinya aku belajar banyak hal. Tentang arti sabar khususnya. Belum ada celah tentangnya. Satu kebiasaan tentang ku, saat di kamar bersamanya -kamar kost-, dia yang sama sekali tak pernah untuk tidur larut, aku mengganggunya. Kadang kuajak bercerita, kuajak melihat foto-foto, majalah atau pun membaca buku, dan kadang juga kami mendiskusikan tugas, semua aku lakukan agar dia mampu menemaniku, walau kadang kulihat matanya telah layu, ingin segera kepelabuhan mimpinya, maaf ya ^_^.

Thursday, 8 December 2011

pagiku

Hampir satu bulan, ya hampir tiga puluh hari nomornya menghiasi inbox-ku. Kini aku hanya mampu melihat gamang alat telekomunikasi tersebut.
Terbesit rindu yang menghantui, rindu yang tak pernah hadir, saat ia masih menemaniku merangkai hari.  
Bibirku naik saat melihat ponsel itu, teringat saat ia sedang gencar-gencarnya menghubungiku. Seperti atlet jemariku menari indah di atas layar ponsel. Kini, mataku yang menari-nari menatapi namanya di phone book-ku. 
Ah, hampir gila aku dibuatnya. Untuk apa datang, kalau saat ini ia pun akan pergi menghilang tanpa kabar. Aku bosan dipermainkan. Pikiranku menjadi buruk tentangnya, "Ya, dia cuma memanfaatkanku," gumamku. Kenapa harrus aku? Kenapa tidak dia? Mereka? Aku membencinya.

Thursday, 1 December 2011

masih

Dalam buai mimpi aku terbangun, rasanya telah terenggut oleh buruknya mimpi semalam. Dua bulan, tak lagi semesra dulu, dua bulan telah tercecer tak mampu lagi tersisa. Kebahagiaan yang dulu pernah ada, kini hanya lukisan indah yang terpampang di dinding usang. Aku merindukan kalian, sahabatku, adik-adikku, kakak-kakakku, kalian adalah pelipur lara, kekasih hatiku, batinku menjerit menyebut nama kalian satu per satu. Aku terluka, kini tak ada lagi tempat kumengadu atas semua yang kurasakan, cinta itu kini jadi benci, kebersamaan telah menjadi perpecahan. Aku tak lagi mampu menggenggam erat jemari kalian. Terlalu miris, semua musnah hanya karena keegoisan semata. 

Tawa yang dulu menghiasi hari, nyanyian surga yang diciptakan saat mengaji, kini tak lagi kudengar, masing-masing menyanyikannya hanya dalam hati. Kemana mereka, kemana mereka? Aku tak mampu merangkul mereka untuk tetap bersama. Kawan ini badai, mengapa kita tak mampu menghalaunya? Mana janji setia kita pada satu peraduan organisasi ini? Mari kawan, tunjukan kita masih ada dan masih bersama.

Monday, 28 November 2011

ibu, mama, nyokap (dedicated : shitlicious)

Alit Susanto, 17 tahun, penulis. Ini dia seorang pria yang mampu buat hati gue bergetar, hahah bukan jatuh cinta tapi kagum, ya kagum..setiap kata-kata nya kadang gue renungin, buat gue dia bisa jadi motivator ya setidaknya buat orang-orang yang bisa melihat dari berbagai sisi.

Gue post ini jam 1:04 pagi lit, padahal pagi ini gue masih UTS huehahaha.. tapi ga apalah kan demi elo kang, 
gue pengen kasih sesuatu buat lu lit, bacaaaa yaaaa ...

Sunday, 30 October 2011

i miss you

theme song : when your gone - avril lavigne

tiga kata itu takkan pernah mampu melukiskan bagaimana hatiku saat ini...
entah bahagia, atau pun aku harus bersedih...
kuingin sebut lagi namamu dalam setiap doa, mengiringi sebuah harapan yang mungkin sempat terputus...
tuhan, apakah aku masih layak bersanding tawa dengannya?

satu rindu kembali muncul,

Friday, 28 October 2011

berharap

Ini waktu, yang tak mampu diputar, tak mampu dihentikan, dan tak mampu untuk menunggu...
Aku yang ingin semua kembali, layaknya berdiri pada seutas tali yang tak kenal ujung,
Entah aku harus menyerah atau aku harus mengarunginya.
Berada di tengah jalan, mengharap ada sosok membantuku berjalan,
Walau hanya bayangan, tapi kuyakin kau yang kan menghampiri…

Kutunggu bersama gemercik air yang turun dari langit, walau mentari kian terik bersinar…

Monday, 5 September 2011

langkah baru

Sebening embun yang menghiasi pagi,
Bersama dalam buaian mimpi
Kuterjaga dalam pekatnya malam
Yang membawaku dalam alunan kesunyian

Angin malam yang berhembus, menghantarkan aku pada lamunan hidup. Dia, dia, selalu dia yang menghantui pikiranku. Rasa yang pernah ku miliki, ingin rasanya kubuang bersama kenangan yang semakin usang. Dalam dekap hangat kasihMu ya Rabb, kuyakini dalam hatiku bukan dialah pelengkap hidupku. Walau senyumnya penyejuk jiwaku, ceritanya penghibur hariku, dan bahagianya bahagiaku, belumlah cukup untuk dapat menjadikannya satu bersama hatiku.
Lembar demi lembar kisah yang telah kulalui bersamanya, haruslah kututup dengan Alhamdulillah, walau ucapan rasa syukur itu tak kusisipkan di bagian akhir lembar perjalanan ini. Aku memaksa menutup, memusnahkan, semua sisa-sisa kepingan yang hancur.

Tuesday, 30 August 2011

idul fitri

Sebenernya aku kurang paham dengan apa yang udah terjadi sama masyarakat Indonesia. Gimana si ceritanya bisa sampe lebaran di undur? Karena belum terlihat hilalnya kan? Pas sidang isbat? Trus yang mau aku tanyain apa masalahnya? Kenapa bisa jadi seheboh ini cuma karena lebaran di tunda satu hari, satu hari loh bukan satu tahun. Satu hari aja responnya kayak gini, gimana di tunda taun depan, pada pindah kali rakyatnya *abaikan, ga mungkin di tunda satu tahun*.
Ada yang bilang beberapa kota udah liat hilalnya? Begini ya pasti ada pertimbangan khusus kok, mungkin lebih banyak kota yang belum melihat hilalnya, dan setahu aku, dari pada ragu, lebih baik puasa digenapkan 30 hari, memang ada yang keberatan yah jalanin puasa tambah satu hari lagi? Jadi selama 29 hari kemarin puasa gimana tuh?

Sunday, 28 August 2011

Pada Satu Cinta

Aku ingin memujamu tapi kurasa percuma
Berjuta tanya merasuk ke dalam kalbu
Bukan tanya siapa?
Tapi tanya mungkinkah bersamamu

Walau Tuhan tak lagi beriku waktu
tuk menatap rapuhnya sayapmu
Dan Tuhan tak lagi mengindahkanmu
Aku tetap setia mengingat senyum beku terakhir di wajahmu

Segenggam kasih yang ku nanti dalam mimpi
Terbuai bersama dalam tautan asa
Aku disini mencoba merajut abdi
Hanya padamu satu cinta kan bersemi

Monday, 22 August 2011

padamu


untukmu pelitaku di malam hari,
wahai penghuni cintaku
yang masih bersemayam dalam kalbu
hadirkan cerita cinta yang syahdu
wahai pemilik hatiku
buaiku dalam balutan rindu
dengan kasih kita memadu
dalam diam kau hibur segala sendu
dalam mimpi kita merajut
aku yang mengharap bersatu

Tuesday, 16 August 2011

Teruntuk wanita yang telah melukai hatiku

Ketika Allah menciptakan manusia dengan dua telinga, dua mata dan dua tangan. Allah menginginkan kita agar kita lebih banyak mendengar, lebih banyak melihat, dan lebih banyak berbuat. Pernahkah dalam hatimu terbesit sebuah tanya lalu kenapa Allah hanya menciptakan kita satu mulut? Bahkan pernahkah kau mendengar tentang riwayat apabila kelak nanti kita diadili oleh sang maha adil, mulut kita pun akan tertutup dan terkunci rapat? Bukan tanpa alasan Allah melakukan itu.
Ya, seperti yang kita sama-sama tahu, dari mulutlah surga akan tercipta, dan dari mulutlah bencana dan neraka tercipta. Mulut mampu membuai setiap orang dengan lantunan manis yang terucap. Tapi mulut juga mampu memberikan luka, layaknya luka yang telah kau ciptakan ini.

Monday, 15 August 2011

Khitbahlah aku karena Allah…

Lamunan senja menghiasi senyuman menawan. Aku menatap kebun berhias rumput hijau yang segar. Ada sebuah asa yang tersimpan kemudian. Aku ingin bersamamu dalam setiap naungan doa dalam satu sujud kau sebagai imamku.

Indah terlampau indah, tanpa ada kata sendu yang menghantui hari. Cinta yang Kau ajarkan kini telah kurasakan, makhluk ciptaanMu senantiasa mengajarkan arti cinta itu. Keikhlasan dan kesabaran yang senantiasa kau ajarkan dalam lantunan ayatMu, kini kurasakan hasil manisnya.

Tundukkan malu akan tatapannya padaku, membuat  hatiku bergetar. Adakah gerangan aku pelengkap tulang rusuknya? Seribu tanya, seribu rindu dan seribu harap mengalir di tiap detikan waktu dengan alunan tasbih yang menghiasi bumi cintaMu.

Friday, 12 August 2011

kenangan terindah

Disini gue pernah membuat janji untuk bertemu dengannya, tepat bulan januari, tepat setahun gue jalin komunikasi lagi, setelah sebelumnya kita lost contact. Awalnya gue ragu buat memenuhi janji gue untuk ketemu dia. Gue takut hal ini malah jadi awal yang buruk.

Saat itu gue balik dari kampus langsung ke sebuah restaurant fast food di Alam sutera. Gue sempet nungguin dia di pinggir jalan, dan rela sebagai bahan obyekan tukang-tukang ojek yang menawarkan jasa-jasanya dengan agak maksa. Tiba-tiba temen gue itu sms isinya “lo dimana? Gue udah didalem, lo kesini aja ya, nyebrang pelan-pelan, hati-hati”. Sempet dendam setengah mati gue, hampir gue memutuskan buat berentiin angkot dan pulang. Gue buru-buru bales sms dia “yah, lo gimana sih? Lo bilang mau nyamperin gue? Gue kan ‘ga bisa nyebrang. Pulang aja lah gue”. Dia pun bales sms gue “masa gitu aja takut, pelan-pelan liat kanan-kiri, hati-hati. Cepet ga pake lama”.

Tuesday, 3 May 2011

perlu renungan

Suatu hari gue bermimpi, sebuah jawaban dari sebuah pertanyaan yang disampaikan dengan sebuah suara  yang gue denger dan yang gue percaya itu tuhan, Dia bilang sama gue “suatu hari Aku siapkan lelaki hebat yang kelak akan mengusap air matamu dan lekas mengukir seutas senyum di bibir manismu”.
Dalam konteks ini kita ambil satu kata yaitu CINTA. Dalam ruang lingkup cinta, banyak lelaki yang merasa ‘seenaknya’ mempermainkan hati perempuan. Bener ga? Yang setuju ancung tangan, yang ga setuju STOP baca blog gue! #sadis.
Gue ga habis fikir dengan lelaki macam satu ini, dia punya apa sih, kok seenak jidatnya mainin perasaan perempuan? Padahal Rini Idol bilang “aku bukan boneka, boneka, boneka”.
Harusnya para lelaki tuh merasa bersyukur punya cewek yang sayang sama dia, yang memberikan apapun bahkan sebelum diminta. Disini gue kasih saran-saran buat kalian hai para cewek dan cowok. Saran-saran ini bisa dipakai buat semua gender. Oke, cekidot… J

Monday, 2 May 2011

pede tingkat kelurahan

Banyak orang yang ganteng, begitu juga banyak orang yang cantik. Tapi yang ga kalah lagi banyak orang yang merasa dirinya cantik ataupun ganteng.
Kadang ga habis fikir sama manusia jenis satu ini, gue akui tingkat kepedeannya di atas rata-rata.
kalo gue ketemu sama orang jenis ini pengen aja rasanya cuci otaknya dan jadiin dia pengikut PTL –pemuda tidak lebay *LOH.
Harusnya kita sadar semua manusia itu diciptakan berkecukupan sesuai dengan porsinya masing-masing. Ya kalo ngerasa ga cakep anggap itu porsi yang pas dan mantab buat kamu –pas jeleknya (jangan marah, tapi bercermin!).
Semua itu pasti ada sebab dan akibatnya. Buat apa sih ngerasa cantik atau berlebihan hanya di depan manusia? Kenapa kita ga berlomba-lomba buat buat cari perhatian sama Allah, agar kelak kita salah satu penghuni surga di akhir zaman nanti.
Kenapa kita semua takut menjadi berbeda? Kenapa kita semua juga takut dibilang taat sama agama? Kenapa kita lebih memilih dunia dibanding akhirat? Ga selamanya loh kamu punya uang banyak, wajah cantik dan semua kemewahan yang mungkin kamu miliki sekarang. Ada kalanya semua itu pergi perlahan-lahan (namun pasti). Intinya kehidupan itu mengajarkan kamu tentang bagaimana kita bisa belajar memahami satu sama lain dengan kondisi apapun.

Tolong bercermin

“aku ga akan jahatin kamu, aku kan punya adik perempuan, ga mungkin lah. Aku sayang sama kamu. Aku ga mungkin nyakitin atau ngecewain atau ngelukai orang yang aku sayangi dan aku cintai”

Begitulah sepenggal JANJI lelaki saat kasmaran. Awalnya agak mual (alih dari enek) buat nulis itu dalam bait pertama catatan ini.

Tapi justru poin itu yang mau gue bahas.

Pertama, kenapa sih, lelaki itu gampang banget buat JANJI yang belum tentu dia bisa tepati itu semua. Apakah seseorang yang biasa kita sebut lelaki itu menyadari dampak dari omongannya? Padahal seperti yang kita ketahui, omongan itu doa loh? *moga tuhan saat itu ga mendengar omonganmu, amiin.

Tuesday, 19 April 2011

dia,.. ibuku

Dia berjalan dengan kejaran waktu yang kian berdetak
Dengan peluh yang membanjiri tubuh lunglainya
Kucoba hapus perlahan peluh yang mulai mengering di tubuhnya
Tuhan… mengapa Engkau ciptakan peluh di tubuhnya?

Terpaku aku menatap luka yang semakin terpancar
Titik demi titik derai air mata membasahi pipinya
Yang tak pelak membuatku memeluknya penuh duka
Tuhan… mengapa Engkau juga ciptakan air di matanya?

Cintanya bagai fajar yang menghangatkan pagi
Kasihnya bagai teduh bulan purnama
Aku mencintainya dengan segenggam hati
Aku mengasihinya dengan seuntai lirihan doa

Dia Wanita terindah berparas malaikat
Yang mampu tersenyum walau nadinya tersayat
Dia Wanita terindah berhati surga
Keindahan sempurna milikmu, Ibuku…


Monday, 21 March 2011

yang terkasih

kamu mengajarkanku tentang arti sebuah kesabaran,
dan kau mampu membuatku sabar untuk menanti kebahagiaan
kamu itu tetap kamu yang dulu
yang mampu mengukir seutas senyum di bibirku

kamu bimbing aku untuk bermimpi
kamu temaniku dalam menanti
aku ingin kamu yang dulu
yang selalu setia hadir dalam tidur lelapku

aku yang terdiam,
menanti hadirmu kasih
aku yang terlelap
dalam penantian ini
tak lelah aku mencari 
di mana sosok yang kurindukan, 
kau yang terkasih,

dia

Maulana Izatullah, (Lhokseumawe)


mencintaimu aku bahagia,
memilikimu aku sempurna, 
kau yang kupuja telah bersamanya kini,


aku ingin lari jauh, mengubur semua mimpi yang telah usang
aku ingin mengumpat agar tak lagi dapat kau temukan diriku


dapatkah kamu merasakan jeritan hati ini kekasih?

Setahun Kemarin

pernah aku mengungkap tanya siapa penghianat hati ini, 
pernah aku mengusir ragu siapa penghuni hati ini,
entah dia yang ada disana yang masih setia bersemayam,
atau entah dia yang disini yang selalu hadir dalam setiap senyuman,


kadang aku ingin mengeluh,
namun bimbang yang kurasakan kini,

terdiam aku bukannya tak peduli
aku tak ingin semakin terluka,
terpaku aku bukannya takut
aku tak ingin terlalu jatuh

aku mencintaimu
namun itu setahun kemarin...