Tuesday, 3 May 2011

perlu renungan

Suatu hari gue bermimpi, sebuah jawaban dari sebuah pertanyaan yang disampaikan dengan sebuah suara  yang gue denger dan yang gue percaya itu tuhan, Dia bilang sama gue “suatu hari Aku siapkan lelaki hebat yang kelak akan mengusap air matamu dan lekas mengukir seutas senyum di bibir manismu”.
Dalam konteks ini kita ambil satu kata yaitu CINTA. Dalam ruang lingkup cinta, banyak lelaki yang merasa ‘seenaknya’ mempermainkan hati perempuan. Bener ga? Yang setuju ancung tangan, yang ga setuju STOP baca blog gue! #sadis.
Gue ga habis fikir dengan lelaki macam satu ini, dia punya apa sih, kok seenak jidatnya mainin perasaan perempuan? Padahal Rini Idol bilang “aku bukan boneka, boneka, boneka”.
Harusnya para lelaki tuh merasa bersyukur punya cewek yang sayang sama dia, yang memberikan apapun bahkan sebelum diminta. Disini gue kasih saran-saran buat kalian hai para cewek dan cowok. Saran-saran ini bisa dipakai buat semua gender. Oke, cekidot… J

Monday, 2 May 2011

pede tingkat kelurahan

Banyak orang yang ganteng, begitu juga banyak orang yang cantik. Tapi yang ga kalah lagi banyak orang yang merasa dirinya cantik ataupun ganteng.
Kadang ga habis fikir sama manusia jenis satu ini, gue akui tingkat kepedeannya di atas rata-rata.
kalo gue ketemu sama orang jenis ini pengen aja rasanya cuci otaknya dan jadiin dia pengikut PTL –pemuda tidak lebay *LOH.
Harusnya kita sadar semua manusia itu diciptakan berkecukupan sesuai dengan porsinya masing-masing. Ya kalo ngerasa ga cakep anggap itu porsi yang pas dan mantab buat kamu –pas jeleknya (jangan marah, tapi bercermin!).
Semua itu pasti ada sebab dan akibatnya. Buat apa sih ngerasa cantik atau berlebihan hanya di depan manusia? Kenapa kita ga berlomba-lomba buat buat cari perhatian sama Allah, agar kelak kita salah satu penghuni surga di akhir zaman nanti.
Kenapa kita semua takut menjadi berbeda? Kenapa kita semua juga takut dibilang taat sama agama? Kenapa kita lebih memilih dunia dibanding akhirat? Ga selamanya loh kamu punya uang banyak, wajah cantik dan semua kemewahan yang mungkin kamu miliki sekarang. Ada kalanya semua itu pergi perlahan-lahan (namun pasti). Intinya kehidupan itu mengajarkan kamu tentang bagaimana kita bisa belajar memahami satu sama lain dengan kondisi apapun.

Tolong bercermin

“aku ga akan jahatin kamu, aku kan punya adik perempuan, ga mungkin lah. Aku sayang sama kamu. Aku ga mungkin nyakitin atau ngecewain atau ngelukai orang yang aku sayangi dan aku cintai”

Begitulah sepenggal JANJI lelaki saat kasmaran. Awalnya agak mual (alih dari enek) buat nulis itu dalam bait pertama catatan ini.

Tapi justru poin itu yang mau gue bahas.

Pertama, kenapa sih, lelaki itu gampang banget buat JANJI yang belum tentu dia bisa tepati itu semua. Apakah seseorang yang biasa kita sebut lelaki itu menyadari dampak dari omongannya? Padahal seperti yang kita ketahui, omongan itu doa loh? *moga tuhan saat itu ga mendengar omonganmu, amiin.