Monday, 2 May 2011

Tolong bercermin

“aku ga akan jahatin kamu, aku kan punya adik perempuan, ga mungkin lah. Aku sayang sama kamu. Aku ga mungkin nyakitin atau ngecewain atau ngelukai orang yang aku sayangi dan aku cintai”

Begitulah sepenggal JANJI lelaki saat kasmaran. Awalnya agak mual (alih dari enek) buat nulis itu dalam bait pertama catatan ini.

Tapi justru poin itu yang mau gue bahas.

Pertama, kenapa sih, lelaki itu gampang banget buat JANJI yang belum tentu dia bisa tepati itu semua. Apakah seseorang yang biasa kita sebut lelaki itu menyadari dampak dari omongannya? Padahal seperti yang kita ketahui, omongan itu doa loh? *moga tuhan saat itu ga mendengar omonganmu, amiin.

Kedua, kalo aja JANJI itu memang ditepati, berarti ga ada masalah, semoga aja makin banyak lelaki yang mengikuti jalan yang ini. Kita harus kembali lagi kedasarnya. Janji itu dibuat bukan untuk diingkari.

Ketiga, mungkin beberapa mereka berdalih “gue kan ga punya adik cewe, jadi aman”. Hei coy, lo emang ga punya adik, tapi kelak kamu punya wanita dan mungkin anak perempuan. Seberapapun kejahatan yang pernah kamu buat pasti ada pembalasannya. Mungkin ga kena sekarang, tapi kalau kena anak perempuan satu-satumu yang padahal kamu dengan segenap jiwa dan raga menjaganya bagaimana?

Keempat, walau konteksnya berbeda, coba pandanglah wanita yang kamu cintai (belum kamu sakiti) sebagai satu gender, kesetaraan dengan ibumu (wanita yang tak pernah menyakitimu, walau kamu menyakitinya).

Kelima, poin terakhir kalo menurut gue, intinya IKHLAS. Ikhlas disini intinya kamu harus menyerahkan semua sama yang maha kuasa. Apapun yang kamu lakukan, anggap sudah yang terbaik, masalah-masalah gimana kedepannya, biar tuhan yang mengadili semua, karena Dia Maha Adil.

tyn-

No comments:

Post a Comment