Tuesday, 30 August 2011

idul fitri

Sebenernya aku kurang paham dengan apa yang udah terjadi sama masyarakat Indonesia. Gimana si ceritanya bisa sampe lebaran di undur? Karena belum terlihat hilalnya kan? Pas sidang isbat? Trus yang mau aku tanyain apa masalahnya? Kenapa bisa jadi seheboh ini cuma karena lebaran di tunda satu hari, satu hari loh bukan satu tahun. Satu hari aja responnya kayak gini, gimana di tunda taun depan, pada pindah kali rakyatnya *abaikan, ga mungkin di tunda satu tahun*.
Ada yang bilang beberapa kota udah liat hilalnya? Begini ya pasti ada pertimbangan khusus kok, mungkin lebih banyak kota yang belum melihat hilalnya, dan setahu aku, dari pada ragu, lebih baik puasa digenapkan 30 hari, memang ada yang keberatan yah jalanin puasa tambah satu hari lagi? Jadi selama 29 hari kemarin puasa gimana tuh?

Sunday, 28 August 2011

Pada Satu Cinta

Aku ingin memujamu tapi kurasa percuma
Berjuta tanya merasuk ke dalam kalbu
Bukan tanya siapa?
Tapi tanya mungkinkah bersamamu

Walau Tuhan tak lagi beriku waktu
tuk menatap rapuhnya sayapmu
Dan Tuhan tak lagi mengindahkanmu
Aku tetap setia mengingat senyum beku terakhir di wajahmu

Segenggam kasih yang ku nanti dalam mimpi
Terbuai bersama dalam tautan asa
Aku disini mencoba merajut abdi
Hanya padamu satu cinta kan bersemi

Monday, 22 August 2011

padamu


untukmu pelitaku di malam hari,
wahai penghuni cintaku
yang masih bersemayam dalam kalbu
hadirkan cerita cinta yang syahdu
wahai pemilik hatiku
buaiku dalam balutan rindu
dengan kasih kita memadu
dalam diam kau hibur segala sendu
dalam mimpi kita merajut
aku yang mengharap bersatu

Tuesday, 16 August 2011

Teruntuk wanita yang telah melukai hatiku

Ketika Allah menciptakan manusia dengan dua telinga, dua mata dan dua tangan. Allah menginginkan kita agar kita lebih banyak mendengar, lebih banyak melihat, dan lebih banyak berbuat. Pernahkah dalam hatimu terbesit sebuah tanya lalu kenapa Allah hanya menciptakan kita satu mulut? Bahkan pernahkah kau mendengar tentang riwayat apabila kelak nanti kita diadili oleh sang maha adil, mulut kita pun akan tertutup dan terkunci rapat? Bukan tanpa alasan Allah melakukan itu.
Ya, seperti yang kita sama-sama tahu, dari mulutlah surga akan tercipta, dan dari mulutlah bencana dan neraka tercipta. Mulut mampu membuai setiap orang dengan lantunan manis yang terucap. Tapi mulut juga mampu memberikan luka, layaknya luka yang telah kau ciptakan ini.

Monday, 15 August 2011

Khitbahlah aku karena Allah…

Lamunan senja menghiasi senyuman menawan. Aku menatap kebun berhias rumput hijau yang segar. Ada sebuah asa yang tersimpan kemudian. Aku ingin bersamamu dalam setiap naungan doa dalam satu sujud kau sebagai imamku.

Indah terlampau indah, tanpa ada kata sendu yang menghantui hari. Cinta yang Kau ajarkan kini telah kurasakan, makhluk ciptaanMu senantiasa mengajarkan arti cinta itu. Keikhlasan dan kesabaran yang senantiasa kau ajarkan dalam lantunan ayatMu, kini kurasakan hasil manisnya.

Tundukkan malu akan tatapannya padaku, membuat  hatiku bergetar. Adakah gerangan aku pelengkap tulang rusuknya? Seribu tanya, seribu rindu dan seribu harap mengalir di tiap detikan waktu dengan alunan tasbih yang menghiasi bumi cintaMu.

Friday, 12 August 2011

kenangan terindah

Disini gue pernah membuat janji untuk bertemu dengannya, tepat bulan januari, tepat setahun gue jalin komunikasi lagi, setelah sebelumnya kita lost contact. Awalnya gue ragu buat memenuhi janji gue untuk ketemu dia. Gue takut hal ini malah jadi awal yang buruk.

Saat itu gue balik dari kampus langsung ke sebuah restaurant fast food di Alam sutera. Gue sempet nungguin dia di pinggir jalan, dan rela sebagai bahan obyekan tukang-tukang ojek yang menawarkan jasa-jasanya dengan agak maksa. Tiba-tiba temen gue itu sms isinya “lo dimana? Gue udah didalem, lo kesini aja ya, nyebrang pelan-pelan, hati-hati”. Sempet dendam setengah mati gue, hampir gue memutuskan buat berentiin angkot dan pulang. Gue buru-buru bales sms dia “yah, lo gimana sih? Lo bilang mau nyamperin gue? Gue kan ‘ga bisa nyebrang. Pulang aja lah gue”. Dia pun bales sms gue “masa gitu aja takut, pelan-pelan liat kanan-kiri, hati-hati. Cepet ga pake lama”.