Monday, 15 August 2011

Khitbahlah aku karena Allah…

Lamunan senja menghiasi senyuman menawan. Aku menatap kebun berhias rumput hijau yang segar. Ada sebuah asa yang tersimpan kemudian. Aku ingin bersamamu dalam setiap naungan doa dalam satu sujud kau sebagai imamku.

Indah terlampau indah, tanpa ada kata sendu yang menghantui hari. Cinta yang Kau ajarkan kini telah kurasakan, makhluk ciptaanMu senantiasa mengajarkan arti cinta itu. Keikhlasan dan kesabaran yang senantiasa kau ajarkan dalam lantunan ayatMu, kini kurasakan hasil manisnya.

Tundukkan malu akan tatapannya padaku, membuat  hatiku bergetar. Adakah gerangan aku pelengkap tulang rusuknya? Seribu tanya, seribu rindu dan seribu harap mengalir di tiap detikan waktu dengan alunan tasbih yang menghiasi bumi cintaMu.

Aku mengagumimu dalam diam juga dalam tanya. Lama tak bersua membuat hatiku ragu, ada sedikit luka yang tak disampaikan melalui doa. Namun aku masih tetap menunggu kau calon imamku.

Malam demi malam kulalui dengan sujud mengharap ridhaMu ya Rabb, maha pemilik cinta. Kuyakin dan kupercayai, Engkau akan menjawab semua doaku, menjawab semua harapku, menjawab semua tanyaku.

Di pagi yang merona kulintasi jalan setapak di taman, tersenyum pada sekeliling yang menghiasi indahnya taman. Kurasakan hatiku bergetar entah apa arti semua ini, langkahku semakin gontai, aku bimbang, bingung dan takut,”Ya Allah, pertanda apakah semua ini? Hasbunallah”. Kupilih bangku dekat pohon mangga yang rindang. Terus dan terus kusebut namamu “La illaha illallah”.

Samar-samar kudengar lantunan shalawat, perlahan kudatangi sumber suara indah itu. Di sebuah taman dekat kolam itu, ia mengajari satu-satu santrinya membaca shalawat. Kekagumanku bertambah padanya. Betapa indah bila ia kelak yang akan turut membangun surga bersamaku. Setitik harap tersimpan dalam doa, asa yang tak pernah kunjung padam untukku dapat bersamamu…

Untukmu lelaki yang kelak akan menyempurnakan agamaku,
Temani aku untuk meraih mimpi dalam taman surga yang kau ciptakan,
Aku memang bukanlah bidadari untukmu,
Tapi aku ingin menjadi pendamping hidupmu dalam meraih ridha-Nya,
Lelakiku, khitbahlah aku karena Allah, karena aku mencintaimu karena Allah…

2 comments:

  1. How Lucky the man being? ckckck...
    Seandainya setiap wanita berpikiran seperti itu...

    ReplyDelete
  2. @resna mudah2an seperti itu, aminn :)

    ReplyDelete