Monday, 5 September 2011

langkah baru

Sebening embun yang menghiasi pagi,
Bersama dalam buaian mimpi
Kuterjaga dalam pekatnya malam
Yang membawaku dalam alunan kesunyian

Angin malam yang berhembus, menghantarkan aku pada lamunan hidup. Dia, dia, selalu dia yang menghantui pikiranku. Rasa yang pernah ku miliki, ingin rasanya kubuang bersama kenangan yang semakin usang. Dalam dekap hangat kasihMu ya Rabb, kuyakini dalam hatiku bukan dialah pelengkap hidupku. Walau senyumnya penyejuk jiwaku, ceritanya penghibur hariku, dan bahagianya bahagiaku, belumlah cukup untuk dapat menjadikannya satu bersama hatiku.
Lembar demi lembar kisah yang telah kulalui bersamanya, haruslah kututup dengan Alhamdulillah, walau ucapan rasa syukur itu tak kusisipkan di bagian akhir lembar perjalanan ini. Aku memaksa menutup, memusnahkan, semua sisa-sisa kepingan yang hancur.