Monday, 5 September 2011

langkah baru

Sebening embun yang menghiasi pagi,
Bersama dalam buaian mimpi
Kuterjaga dalam pekatnya malam
Yang membawaku dalam alunan kesunyian

Angin malam yang berhembus, menghantarkan aku pada lamunan hidup. Dia, dia, selalu dia yang menghantui pikiranku. Rasa yang pernah ku miliki, ingin rasanya kubuang bersama kenangan yang semakin usang. Dalam dekap hangat kasihMu ya Rabb, kuyakini dalam hatiku bukan dialah pelengkap hidupku. Walau senyumnya penyejuk jiwaku, ceritanya penghibur hariku, dan bahagianya bahagiaku, belumlah cukup untuk dapat menjadikannya satu bersama hatiku.
Lembar demi lembar kisah yang telah kulalui bersamanya, haruslah kututup dengan Alhamdulillah, walau ucapan rasa syukur itu tak kusisipkan di bagian akhir lembar perjalanan ini. Aku memaksa menutup, memusnahkan, semua sisa-sisa kepingan yang hancur.


“mengapa kau menghilang? Apa kau tak lagi mencintaiku?” tanyanya padaku.
“bukan, bukan karena itu. Aku bingung untuk mencari satu kepingan hatiku yang hilang. Satu kepingan yang harusnya dia masih milikku, namun belum juga kumelepasnya, dia telah meninggalkan diriku” jawabku.
“untuk apa kau cari, yang kau cari ada dihadapanmu”
“bukan, bukan kamu yang kucari. Yang kucari adalah satu momen bahagia saat aku belum mengenalmu”
“apa kamu sanggup melupakanku?” ucapnya penuh tanya.
“bagaimana mampu kau katakan itu padaku? Satu tahun lalu, aku tak mengenalmu, aku tak mencintaimu, aku tak merindukanmu, namun aku bisa bahagia”
“lakukanlah selama itu mampu membuatmu bahagia”
“tak perlu kau minta aku akan melakukannya, semoga kau juga bahagia”




Hari demi hari kulewati tapa senyumnya yang menghiasi relung jiwaku. Kesunyian dalam kenangan yang hampir mencekikku hidup-hidup, mampu kulalui walau dengan hati yang terluka. Di malam ini kupanjatkan seuntai doa padaMu pemilik cinta “Tuhan, kuserahkan hatiku padaMu, kuikhlaskan perasaanku padaMu, jika memang bukan dia imamku, pemimpin dalam taman surgaku, dan bukanlah pelengkap tulang rusukku, ijinkan aku kelak bertemu dengan sosok imam yang mampu memimpinku dalam keadaan apapun, yang kuturuti setiap perintahnya, dan kucintai disetiap hembusan nafasku, serta saling mencintai karenaMu ya Rabb”

2 comments: