Thursday, 1 December 2011

masih

Dalam buai mimpi aku terbangun, rasanya telah terenggut oleh buruknya mimpi semalam. Dua bulan, tak lagi semesra dulu, dua bulan telah tercecer tak mampu lagi tersisa. Kebahagiaan yang dulu pernah ada, kini hanya lukisan indah yang terpampang di dinding usang. Aku merindukan kalian, sahabatku, adik-adikku, kakak-kakakku, kalian adalah pelipur lara, kekasih hatiku, batinku menjerit menyebut nama kalian satu per satu. Aku terluka, kini tak ada lagi tempat kumengadu atas semua yang kurasakan, cinta itu kini jadi benci, kebersamaan telah menjadi perpecahan. Aku tak lagi mampu menggenggam erat jemari kalian. Terlalu miris, semua musnah hanya karena keegoisan semata. 

Tawa yang dulu menghiasi hari, nyanyian surga yang diciptakan saat mengaji, kini tak lagi kudengar, masing-masing menyanyikannya hanya dalam hati. Kemana mereka, kemana mereka? Aku tak mampu merangkul mereka untuk tetap bersama. Kawan ini badai, mengapa kita tak mampu menghalaunya? Mana janji setia kita pada satu peraduan organisasi ini? Mari kawan, tunjukan kita masih ada dan masih bersama.


Mentari hampir tenggelam membawa sinarnya, aku baru saja terbangun. Apa aku terlambat untuk semuanya? Maafkan aku, tapi kita masih punya sepersekian menit lagi untuk mengubah semuanya, dan aku butuh kalian. Mungkin hanya satu hari lagi kesempatan kita untuk mengukir cita dalam cinta. Setelah sekian lama kita membiarkannya bercabang, tanpa pernah kita memotongnya, merapihkannya, dan inilah saatnya untuk kita tetap menunjukan bahwa kita satu, dan masih satu dalam cinta.

Sudah terlalu lama kita tertidur, semua masih meninabobokan dan berharap semua masih tertidur pulas. Kini gemericik air menemani senja sore yang dibalut hujan. Aku terbangun dan siap kembali untuk membangun, bersama mewujudkan kembali harapan yang pernah ada dulu. Kembali merajut renda dalam doa dan harapan  yang siap menjadi nyata. Kawan, bukan hanya aku, tapi kita. Aku tunggu kau di ujung jalan sore nanti, dan kita mulai lagi perjalanan itu dari sana, setelah sekian lama terhenti dan tak berpindah.


dearest : risalah ... 

2 comments:

  1. wowwww terharu.. :'(

    ReplyDelete
  2. mana senyuman manismu dulu, tunjukkan itu padaku.. usaplah air matamu lalu bilang bahwa kau mampu

    ReplyDelete