Monday, 20 February 2012

Manifestasi Sajak Sutardji Calzoum Bachri

Ada tiga faktor yang menjadi penyebab licentia poetica digunakan oleh penyair, menurut Atmazaki (1993: 70-72) yaitu, 1. Pada dasarnya penyair menyampaikan pengalaman puitiknya, pengalaman puitik tersebut lebih banyak berhubungan dengan emosi dan intuisi daripada rasio, ilmu dan ilmiah. 2. Karena pengucapan non puisi maka berbagai unsur yang menurut penyair mengganggu pengucapan puitiknya akan dihilangkan atau dibuang, 3. Seorang sastrawan (penyair) adalah orang yang mampu menggunakan bahasa untuk tujuan tertentu.
Rasanya ini yang menjadi salah satu dasar yang melatar belakangi Sutardji Calzoum Bachri melepaskan diri dari kesepakatan sastrawan umumnya. Melepaskan kata dari beban makna.
Kata-kata digunakan Sutardji seolah-olah bukan untuk menyampaikan sesuatu agar diketahui oleh orang lain. Sutardji tampak berdialog dengan diri sendiri melalui permainan kata-kata. Kata-Kata tetap digunakannya, namun bukanlah hanya sekadar sebagai pendukung imaji saja, namun Sutardji Calzoum Bachri kembali menggunakan fungsi kata seperti dalam mantra.

Wednesday, 15 February 2012

ketika semua berawal dari kegilaan

hari ini gue menggalau di TL. ini sih super duper gila. gue berjuang sama aktor lainnya... ini lah mereka Allan dan Silmi ...
check this out :d ini dia percakapan gue dengan dua orang gila itu
di klik ya gambarnya buat liat lebih jelas :)


 lanjut yukkk >>

Monday, 13 February 2012

will you?

untukmu yang ada di ujung dunia,
kali ini biarkan jiwa kita yang menyatu, bercerita
bergurau sambil berdendang
perasaan perlahan menyeruak keluar:
adakah kamu mencintaiku?

malam ini menyambut dingin,
cahaya kunang-kunang berpendar bergantian
kamu masih terdiam saat kupanggil sayang
tak biarkan mata mengucap segala keganjilan

Wednesday, 8 February 2012

curhat

Hati memaksa gue harus posting sesuatu hari ini! Entah kenapa, gue bingung. Ada satu kebimbangan yang tak pernah mampu diartikan oleh kata, bahkan hanya mampu dipahami oleh hati yaitu cinta. Cinta, gue ga lagi jatuh cinta, tapi perasaan gue masih tersimpan abadi, dan untuk gue ini adalah hari yang tepat. Tujuh tahun yang lalu, saat perasaan itu mulai gue rasain hanya ada satu yang selalu mengisi hati gue, yaitu namanya. Memang bukan nama yang bagus, tapi namanya cukup berarti. Selama tujuh tahun juga, gue coba jaga semua perasaan ini ke dia, entah dia sadari semua atau ga, gue tidak memedulikannya. Satu hal yang gue peduliin, yaitu semua tentang dia. Ga ada satupun momen tentang dia lepas atau hilang gitu aja dari ingatan, semua tersusun rapi juga indah. 

Gue ingat jelas, hari itu kami berteman, dari situ kami mengenal satu sama lain. Berbincang tentang berbagai hal yang kita sukai, tertawa bersama, saling  menatap, saling tersenyum, bahkan terkadang malu-malu. Di sudut kelas itu, sepasang mata yang bersembunyi dibalik kaca mencuri pandang kearahku, sampai terkadang tatapan kita pun saling beradu. Aku merindukan hal itu, apa kau juga?