Wednesday, 8 February 2012

curhat

Hati memaksa gue harus posting sesuatu hari ini! Entah kenapa, gue bingung. Ada satu kebimbangan yang tak pernah mampu diartikan oleh kata, bahkan hanya mampu dipahami oleh hati yaitu cinta. Cinta, gue ga lagi jatuh cinta, tapi perasaan gue masih tersimpan abadi, dan untuk gue ini adalah hari yang tepat. Tujuh tahun yang lalu, saat perasaan itu mulai gue rasain hanya ada satu yang selalu mengisi hati gue, yaitu namanya. Memang bukan nama yang bagus, tapi namanya cukup berarti. Selama tujuh tahun juga, gue coba jaga semua perasaan ini ke dia, entah dia sadari semua atau ga, gue tidak memedulikannya. Satu hal yang gue peduliin, yaitu semua tentang dia. Ga ada satupun momen tentang dia lepas atau hilang gitu aja dari ingatan, semua tersusun rapi juga indah. 

Gue ingat jelas, hari itu kami berteman, dari situ kami mengenal satu sama lain. Berbincang tentang berbagai hal yang kita sukai, tertawa bersama, saling  menatap, saling tersenyum, bahkan terkadang malu-malu. Di sudut kelas itu, sepasang mata yang bersembunyi dibalik kaca mencuri pandang kearahku, sampai terkadang tatapan kita pun saling beradu. Aku merindukan hal itu, apa kau juga?

Sampai satu saat semua berubah, aku menyesal hal itu terjadi disaat hubungan kita sangat membaik. Mimpi itu tak terwujud. Dan kita pun enggan untuk mengakuinya satu sama lain, saling asik dengan pilihan masing-masing. Namun, adakah kau tau, air mata ini menetes saat kumelihat kamu bersama gadis lain di depan ruang guru?

Sejak itu kita terpisah, tak ada lagi canda tawa bersama, hanya ada kenangan. Lo telah menciptakan kenangan itu, gue bahagia bisa menjaganya. 

Ketika di tahun 2009, jejaring sosial menemui kita. Awalnya buruk, namun kita ga lagi anak-anak SMP seperti dulu, kita udah dewasa. Kita belum memutuskan untuk bertemu, masih asik menjalin komunikasi via handphone, sms-an, telpon-an terkadang juga chatting. Satu kalimat yang paling gue inget selama ini, 
"Tyn, andai aja dulu kita sempat jadian, gue yakin sampai detik ini kita masih sama-sama," 

Gue pengin ngutuk lo jadi kodok saat itu, semena-mena banget kalo ngomong, lo ga tau apa gue juga berharap kaya gitu? #eh...

Gue sadari, ga ada satu pun manusia yang sempurna, tapi gue merasa lo mampu buat gue sempurna. Kadang gue membenci keadaan, kenapa harus ini yang terjadi? Tapi percuma, membenci tak juga membuat lo kembali kan? Kita udah asik dengan jalan masing-masing, lo dengan dunia lo, begitupun dengan gue. 

"Jadi lo ambil jurusan itu buat apa? Kan lo bisa bahasa indonesia? Apa aja yang udah lo hasilin dari bahasa indonesia?" 
Kalimat lo itu juga yang buat gue pengin ngutuk lo jadi kodok untuk kedua kalinya... Suatu saat, gue bakal tunjukin lo hasil dari jurusan kuliah gue ini, dan akan ada bayangan lo di dalamnya. Waktu itu terus bergulir, usia pun akan terus bertambah tapi apa lo pernah dengar? Perasaan dan kasih sayang tak akan lekang oleh waktu? 

Buat gue, rasa yang gue miliki ini semacam candu. Gue bakal terus dan terus balik kepada pemilik candu itu, ga peduli apapun yang udah kebuang sia-sia, berusaha meninggalkannya juga hanya menyiksa diri. Ga akan pernah bisa pergi, karena lo adalah 'rumah' tempat dimana rasa itu merasa nyaman saat bersama lo. 


*ps bahkan gue masih simpan semua rahasia lo erat-erat, belum ada yang mampu menyentuhnya. Gue simpan di satu tempat yang paling dalam, lebih dalam dari perasaan gue. Hati.

No comments:

Post a Comment