Monday, 30 April 2012

risalah - rahasia

gurauan ...

aku terlalu malu untuk mengatakan padanya tentang semua yang telah terjadi pada kami, aku hanya mampu menuliskannya, walau terkadang tulisan pun tak cukup menggambarkan keindahannya. satu kata untuk mengawalinya "SEMPURNA". kisah ini sangat sempurna untukku, bahkan dari awal kumenuliskannya, melepaskannya menjadi kata per kata, pipiku terus merona merah. aku bahagia. :)

senja mengurungku dalam ruang tak bertuan. dirimu masih terkepung pada satu masa bersama kenangan. aku disini menantimu melepaskanku, memintaku menuai cinta bersamamu. "jangan terlalu lama," pintaku, namun kau hanya memberikan senyumanmu seraya melepaskan ikatan ditanganmu sendiri. 

"Ini sulit, aku telah mencobanya ratusan kali setiap hari. sabarlah, aku sedang berusaha." itu yang selalu kamu katakan kepadaku. melepaskan semua kenangan selama empat tahun tak mudah, namun aku yakin kau selalu berusaha melepasnya, untukku. 

Thursday, 26 April 2012

lalu

ada kalanya gundah merajai hati, kebimbangan, keraguan, bahkan kerinduan... tak pelak membuatku tak berdaya, 
satu hal yang selalu ingin kuucapkan namun hanya mampu kusembunyikan dengan tanya yang menghiasi wajah, 
kata orang ini sebuah rahasia, namun aku rasakan tersiksa, 
adakah cinta menyadarinya? aku disini menanggung semua, semua tentang kita yang sulit tuk bersatu... 

aku meragu, pada sebuah dinding hitam, pekat, namun menyejukkan. entah apa aku merasakan nyaman padanya. dinding itu telah memiliki coretan, lebih banyak dari coretan di dindingku. 
aku menatapnya, perlahan menelisik diantara coretan-coretan itu. satu tulisan yang membuatku ingin mendekatinya, menyentuhnya, dan berbahagia di dalamnya. ada dua bait yang tertulis rapi, tulisan tangannya.


kalau saja aku mampu tersenyum
tidak lain adalah karenamu. Anna-


hatiku berdetak cepat, ada sekelumat rasa haru bercampur malu. namaku ternyata pernah menjadi penghias dindingnya, apakah sampai sekarang masih? ah... harusnya aku tak bertanya hal itu.