Thursday, 31 May 2012

curhat (lagi)

tiba-tiba aja, ada yang bilang aku berubah. "sepertinya tidak." dua kata untukku cukup mewakili jawabanku. pesan singkat namanya, tak perlu panjang lebar untuk kuungkapkan apa yang seharusnya. sesuai konten, aku memakainya, ini sekenanya, bukan begitu makna layanan pesan singkat di setiap telepon seluler? 
anggap saja ini curhatan, tapi ya memang begitu adanya. mau disimak monggo, mau di skip juga monggo... 
tapi untukku sahabat adalah seseorang yang tak kembali hanya saat ia ingin kembali bukan? sahabat adalah hubungan antara dua makhluk, sama-sama membutuhkan, bukan untuk memanfaatkan. mengerti satu sama lain memang kuncinya, tak melulu hanya kamu yang ingin di mengerti. sahabat adalah kami, bukan lagi kau dan aku. 
ah, apa dan siapa itu sahabat aku pun belum paham betul, tapi aku tak mampu menyebutnya seorang sahabat, ketika ia kembali namun tak mengetahui apa alasan ia pernah pergi. aku sahabatmu, tapi bukan sekadar tempat persinggahanmu. kecewa? ya memang, sahabat boleh merasa kecewa bukan? :) 

lamunan-curhat

aku menengguk secangkir kopi yang sengaja kupersiapkan untuk menemaniku menembus malam. kata-katanya kini tengah membayangiku, aku mencoba menghapusnya namun kurasa percuma. namanya pun ikut meracuni semangatku saat ini. 
"berubah?" aku menyandarkan tubuhku. 
aku hanya berubah sedikit, mengikuti arah waktu yang membawaku pada masa ini. mungkin kamu melewatkan perjalanan hidupku beberapa saat yang lalu. secepat itukah? itu kamu yang rasa. kamu telah meninggalkanku jauh dibelakang, saat aku mampu menyamaimu itu butuh waktu yang tak sebentar, walau kau menyadarinya begitu. 
setahun lalu, kau menyapaku manis bahkan manisnya masih mampu kurasakan saat ini. waktu terus bergulir, seakan mengutuk sebuah perpisahan. aku menepis segala ketakutan yang membayangi dari hari ke hari. aku hanya ingin bahagia bersama seseorang, yaitu kamu. 
entah dari mana asalnya angin besar yang berhembus itu, aku terhempas jauh dari eratan tangan yang menggenggamku. aku kelu saat itu, bahkan sampai saat ini. 
aku mencoba berlari mengejar kamu yang masih terbawa angin, berharap kamu mengulurkan kembali jemari disisa kekuatanmu. saat yang bersamaan, aku berteriak memanggil namamu, hampir lenyap suaraku. namun, kau terus berlalu pergi jauh dan semakin jauh. 
"kamu pergi, kamu meninggalkan aku sendiri disini, sahabatku." aku terisak dalam kesendirian. 
aku masih mencoba mencarimu, aku bukanlah kamu yang mudah melupakan sepotong kisah. untukku itu sangat berharga, potongan itu mampu menjadi rajutan utuh sebuah kebahagiaan. aku mengirim sebuah pesan singkat, berupa ancaman bahwa aku akan berhenti mengejarmu, berhenti mencarimu, membiarkanmu berlari mencari siapa sahabatmu yang terbaik. walau sulit aku harus, aku tak mampu bertahan dalam ketidakpastian -sahabat butuh sebuah kepastian bukan? 
ancaman tinggallah sebuah ancaman, kau tak lagi memedulikannya. aku berhenti dan memilih jalan yang berbeda, berharap tak ada lagi tatap muka yang akan mempertemukan kita lagi. 
walau terkadang aku masih rindu akan candaanmu yang membangunkan tidur malamku, kerinduan itu masih berkecamuk walau kini ada goresan luka yang mewarnainya. namun aku tetap terbayang keindahannya. 
aku percaya suatu saat kau akan kembali, mencari sebuah maaf pada luka yang tersemat padaku. aku yakin semua akan kembali sesuai miliknya, maafmu milikku. tak kutampikkan keinginanku akan maafmu. 
kini, kau menyapaku, masih dengan senyum manis yang pernah kau tawarkan dulu. aku tak tersenyum, tapi juga tak menangis. alasan kau kembali yang kini menjadi pertanyaan yang tak terjawab. 
aku tak membutuhkan bualan, "aku spiderman makanya bisa ngehilang!" terlalu naif dirimu, bukan jawaban itu yang kubutuhkan.

maaf, aku tak mampu menjelaskannya melalui pesan singkat.. kembalilah jika memang sahabat yang kau cari. tapi tak usah kembali bila kepergian yang kan kau berikan. :)

No comments:

Post a Comment