Friday, 22 June 2012

aku dan (tanpa) kau = pilihan

aku tak meyakininya sebagai sebuah kedatangan. kepergiannya satu tahun lalu, tak membuatku kembali membayanginya ada bersamaku, walau ia berusaha mengadakan dirinya dihadapanku, ah... untukku percuma.

ia merayuku manja, menghadirkan tawa diantara kita namun sayang semua belum kembali, ya kecuali raganya yang untuk saat itu tengah membayangi langkahku. 

Assalamualaikum, 
apa kabarmu? aku kehilangan nomor kontakmu, bisakah kau mengirimkannya kembali?

e-mail itu yang kembali menemukan kita, aku berhak untuk tak memberikannya. namun, aku juga tak punya hak untuk merahasiakannya. aku yang membuka kembali pintu pertemuan itu, andai saja aku boleh menyesalinya di awal, sepertinya akan lebih baik.