Wednesday, 22 May 2013

kami tanpa dia

aku bukan gadis puitis, merangkai puisi hanya sebatas mimpi. aku tak pandai menyatukan kata dan memberikannya ruh. aku hanya gadis penikmat rindu yang kini tengah kehilangan (lagi). bukan, ini  bukan kisah tentang ef lelaki itu, ini kisah tentang sesuatu yang tak pernah kau harap pergi, tapi ia lepas. ini tentang, ah aku tak mau menyebutkan apa namanya, aku takut masih terlalu dini. 

tiba-tiba saja terlintas dalam pikiran, kenapa harus jodoh bila ingin bersatu, entah siapa jodoh, sok berkuasa. padahal yang menentukan kebersamaan tetap Tuhan, kini jodoh sok ambil peran. peduli apa dia tentang kami yang merasa memiliki namun ternyata tak bersatu. ini bukan sebuah keterpurukan, hanya sebuah pertanyaan atas kami yang baru saja kehilangan. 

kenapa kami? ya, ini bukan perihal aku, tapi ada dua orang lain di belakangku yang merasakannya. kami sabar, kami menerima, tapi kami hanya berpura-pura. kami bukan gadis-gadis tegar, bukan gadis yang pandai menyembunyikan perasaan. saat terluka, air mengalir di sudut mata, itu sudah biasa. tak terkecuali saat ini.