Thursday, 18 July 2013

JBOYFRIEND OF RUSTIN's DREAM

Dear bang Christian Simamora, 

Kali ini, aku akan curhat tentang lelaki impian yang begitu aku idamkan. Kalau keinginanku ini dapat dikatakan sempurna, ya mungkin memang benar, sempurna untukku. :) 

Laki-laki ini bukanlah laki-laki bertopeng pujaan usagi di sailor moon, bukan pula laki-laki berkuda pujaan cinderella. Tapi laki-laki ini adalah anak adam yang mampu membuatku gelisah di malam hari, mampu membuatku tak henti memikirkannya, dan tersenyum karenanya. 

Seorang laki-laki yang mungkin memiliki tubuh yang sehat (hihihi), tinggi, dan jago masak. Yak, seperti Jandro, laki-laki ini harus mampu membuaiku dengan setiap hidangan yang ia sajikan. Mencintaiku walau berat tubuhku naik 10kg karena masakannya yang memabukkan. 

Bukan hanya itu, laki-laki yang mencintai kerapihan, mulai dari pakaian, kamar, maupun tubuhnya. Laki-laki yang memiliki tubuh yang harum, yang membuatku semakin 'betah' dalam pelukannya, uuuhh... 

Laki-laki yang begitu mencintai dunia kepenulisan, mencintai tumpukan buku yang mengitarinya di tempat tidur, di ruang tamu, atau bahkan di meja kerjanya. Laki-laki yang mampu bertahan hanya dengan berdiam diri di toko buku atau perpustakaan. Laki-laki yang mampu menghabiskan tiga buku dalam sebulan dan menceritakannya dengan semangat yang tak padam walau hari telah malam. Seorang laki-laki yang mampu membuatku tetap sempurna, tetap membanggakanku di hadapan seluruh orang yang ia kenal. Mencintaiku tanpa keraguan, tanpa sebab, dan tanpa henti. Seorang laki-laki yang menyediakan pelukan saat kegelisahan melanda, menyediakan telinga saat aku ingin cerita. 

Bukan hanya itu, ini impianku yang begitu aku inginkan. Berhubung aku adalah seorang wanita yang sulit sekali tidur cepat dan lebih sering tidur larut malam, aku ingin laki-laki pujaanku adalah seseorang yang mau menghiburku, menemaniku hingga aku terlelap. Mendendangkan shalawat sebelumku tidur, mengucapkan janji setia saat aku mulai terlelap. Laki-laki yang mampu menjadi imam, mampu membaca al-quran dengan lancar, memimpinku meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Laki-laki yang mampu mengantarkanku ke gerbang surga, wanita yang dirindukan Tuhan. (ahh... ini sih pujaan banget). 

Mungkin dinner di sebuah fast food pun tak pernah jadi masalah bagiku. Selama dengan dirinya, kemanapun aku rela. Ia membuatku sadar bahwa memang ia yang menjadi objek yang begitu kunantikan dalam kebersamaan. Menepis rindu setiap senja, baik bersama atau hanya lewat telepon. Tak peduli berapa kilometer jarak yang memisahkan tetapi mampu menjaga kepercayaan. 

Sebuah dinner yang mungkin berakhir di toko buku atau di tempat makan lain. Tak perlu candle light dinner, tak perlu mawar, sebuah buku dan genggaman hangat cukup menggantikannya dan membuatku tak tidur di malam harinya (bukan karena insomnia, tapi karena bahagia, hihihi).

Ah, bang, sejak awal aku melukiskan seperti apa laki-laki ini, aku telah senyum-senyum sendiri. Membayangkan setiap kata yang kutuliskan benar aku alami, rasa-rasanya pipiku merona. Ah, aku jatuh cinta dengan laki-laki ini, semoga ia benar ada.

Agar Tuhan mendengar dan mengirimkan pria 'sempurna' yang sangat kuharapkan ini, ada satu hal lagi yang aku inginkan, maukah abang meng-aamiin-kan seluruh impianku? 


Peluk hangat, 
Rustin


Twitter: @rustinrustin
Email: rustin.indriyati@hotmail.com