Friday, 16 August 2013

another post about, R

Masih dalam menunggu, menunggu waktu berhenti atau menunggu kamu kembali, dua-duanya memiliki kemungkinan yang sama, yaitu kemungkinan menyakitkan selalu ada. Hampir dua hari, kamu tak lagi mengirimkan pesan yang berisikan kerinduan berbumbu cinta. Namun, aku selalu menunggumu, tahukah? 

Entah ada di ujung dunia bagian mana tempatmu kini berada, tapi, doa senantiasa aku lantunkan. Tak peduli kamu ingin mendengar atau tidak. 

Sayang, sudahkah makan hari ini? 
Sudahkah shalat? 
Sudahkah kamu rindu padaku?
Dan sudahkah ingin kembali?

Apakah kamu benar akan kembali? Menemukan jalan pulang layaknya kamu menemukan jalan pergi? Aku hanya berharap kamu tak tersesat. Di sini, di tempat kamu meninggalkanku, aku menunggumu, menunggu masih dengan apa yang pernah kutawarkan dulu. Masih dengan harapan, kebahagiaan, cinta, ditambah kesedihan yang masih kurasakan. 

Cepatlah pulang, berikan alasan agarku mampu meyakini kamu adalah alasan mengapa kebahagiaan ada di dunia. 

rustin-

1 comment:

  1. sekarang gimana kabar si R? masih tersesat dan tak tau arah jalan pulang? :p

    ReplyDelete