Monday, 18 November 2013

Dearest my lovely mom

Dear ibuku sayang....
Bagaimanakah keadaanmu? Sudahkah warna warni langit ciptaan Tuhan kau nikmati lagi?

Hampir satu minggu telah kau lewati tanpa harus berbasah dengan air. Memakai dop mata saat tidur, menunggu matamu untuk ditetesi obat.
Bu, cepatlah sembuh, tak perlu kau khawatirkan tentang siapa yang akan berbelanja untuk hari ini. Tak perlu kau risaukan tentang apa yang akan dihidangkan di meja makan setiap hari, aku berusaha membantumu, perlahan belajar untuk menjadi wanita sepertimu.. bukankah kelak aku pun akan sepertimu?

Ibu, bila saja tersisa seribu permintaan yang bisa kupanjatkan kepada Tuhan, aku akan meminta namamu menjadi wakil sisa permintaanku. Agar Tuhan senantiasa menjagamu, hingga akhir hidupmu, tak hanya satu bulan di masa pemulihanmu.

Ibu, aku; bapak; kakak-kakak; cucu-cucu; senantiasa berdoa atas kesembuhanmu.

otin

Tuesday, 12 November 2013

Sekilas Cinta Bapak

Dear bapakku sayang,

Sepertinya memang tidak seperti perayaan besar, bahkan banyak orang tidak tahu apa bedanya hari ini dengan harihari sebelumnya. Namun, beberapa orang yang kukenal memeriahkan hari ini dengan lantunan doa dan ucapan selamat mereka kepada ayahnya. Pak, hari ini harimu, hari ayah.

Pak, ingatkah setiap pagi kau selalu membangunkanku dan menyediakan sarapan saat aku masih SD? Membantuku mengerjakan tugas matematika, membuat atlas bahkan membuat pidato untuk perlombaan?

Pak, ingatkah saat engkau mau disibukkan untuk selalu mengantarku saat aku berangkat sekolah saat SMP bahkan sampai setelah SMK?

Pak, bahkan saat aku training, setiap pagi bapak mengantarku ke bilangan Thamrin tempatku training? Bersedia bermacetmacetan hingga hitungan jam?

Setelah kuliah, engkau tak lupa mengantarku sampai tempat aku menunggu bus, menemaniku hingga datang busnya, bahkan menjemputku ditempat yang sama bila pulang terlalu larut. Menemani mencari bukubuku kuliah setiap semesternya sampai di Senen.

Pak, ingatkah kau yang menemani tidurku saat sakitku? Mengelus punggungku saat napasku hilang seketika? Mencarikan berbagai obat untuk kesembuhanku? Tak peduli kau lelah, kau tetap mengutamanku.

Pak, penyesalanku adalah membuatmu jatuh, membuatmu menahan rindu hingga membuatmu hampir lupa siapa aku. Masih kusesali walau kini kau beranjak membaik. Pak, jangan jatuh lagi, aku ingin kau mampu melawan semua sakitmu.

Pak, ingatkah saat hari wisudaku? Namaku dipanggil dan dinobatkan menjadi lulusan terbaik? Aku mengucap namamu bahkan di setiap langkahku menuju panggung. Dan betapa bahagianya saat kau menceritakan, engkau menghapal nomor mahasiswaku, dan meyakini bahwa nomor mahasiswa yang disebut si pembawa acara adalah milikku? Itu yang membuat momen itu menjadi spesial dan membahagiakan.

Pak, maaf bila hanya sedikit kebahagiaan yang baru mampu kuberikan, teruslah menyayangiku, teruslah sabar mendidikku, teruslah tersenyum untukku, semoga ada sedikit lagi kebahagiaan yang kelak mampu kuberikan untukmu.

Peluk & cium

Rustin -anakmu-