Thursday, 23 January 2014

Bait untuk Tuhan

Rindu selalu tersemat tak pernah tamat
Rindu selalu berkecamuk, walau banyak bau busuk

Waktu membuat kita bersama, duduk dalam sujud mengharap ridho dari dzat yang tak sama.
Tawa senantiasa terurai, wujud syukur abadi yang kita nikmati

Tuhan, apakah ini mampu bertahan?

Suara berisik dari mereka yang serba tahu.
Mereka berkata kami tak tunduk, menentang beda pada cinta
Tapi apa kami tak boleh takluk, pada cinta dari jenis yang telah Kau cipta? 

Saturday, 11 January 2014

Untitled

Pagi yang sama, dengan sedikit perbedaan pada perasaan.
Gelisah menyeruak pelan

Rasa takut, tunduk, mengiba dalam
Padahal hari masih malam
Bunyi jangkrik menghiasi, belumlah berganti kokok ayam.

Sunyi,
Hati berbisik dengan gemuruh
Monolog terjadi padaku, menceritakan siapa aku
Aku dalam keakuan, tak peduli siapa dalam pelukan

Aku hilang
MencariMu tujuan imam
Mendekatkan napas dalam engah yang tinggal separuh
Aku belum bisa menciumMu, aku luruh.

Belumlah kucukupkan semua untuk kuserahkan
Pencarian untuk peluk yang begitu aku dambakan. 
Biarkan aku, Tuhan..
Melakukan ribuan perjalanan
Dalam langkah yang tinggal puluhan
Aku masih punya harapan
MenciumMu dalam dekap pelukan
MenyentuhMu dalam sujud yang tak berkesudahan

Tyn-