Thursday, 20 March 2014

As(a)ku

Apa aku masih layak untuk mendulang rindu?
Untuk meneguk rasa bahagia yang sempat engkau janjikan saat bersuka cita.
Aku takut bila yang kau tawarkan kebahagian yang terbatas
Tak bisa lupa waktu
Tak bisa untuk pura-pura tertawa ria
Dalam waktu yang kau sendiri tentukan, aku akan kembali jatuh pada pengharapan
Mengulang kesedihan atas bahagia yang juga diulang seperti kemarin
Aku akan berusaha menikmatinya
Menebar senyum palsu layaknya cinta palsu yang kau tawarkan (lagi)
Adakah semua hanya semu, hanya ilusi yang tengah kuciptakan sendiri
Tak tahu apa itu sebuah kebenaran atau pembenaran yang aku ciptakan
Belajar lebih banyak menertawai kesalahan
Menertawai pembenaran yang tak sama sekali benar
Menciptakan kamu seperti yang ada dalam bayangan
Tapi sewaktu-waktu hilang ditelan kebahagiaan
Pastikanlah ini hanya sebuah mimpi atau nyata terjadi
Aku tak ingin tertawa sendiri; begitupun saat menangisi
Adakah kau menemani lagi?
Untuk dua detik
Dua menit
Dua jam
Dua hari
Dua minggu
Dua bulan
Dua tahun
Dua masa; masa kini dan masa depan

Friday, 14 March 2014

Surat untuk Tuhan

Dear, Allah di surga...
Aku lupa bersyukur atas apa yang telah Kau berikan
Aku lalai dengan rasa bahagia yang buncah setiap hari
Aku terlena dengan apa yang ada di dunia...

Allah maha segalanya, maha tahu, maha pemilik kebahagiaan yang mampu membolak-balikkan perasaan
Allah yang selalu tahu apa aku siap atau tidak
Apa aku sanggup atau tidak

Mungkin semalam Engkau marah padaku, atas kelalaianku, atas kealpaanku, kelupaanku karena terlena kebahagiaan. Tanpa menyadari hidup layaknya roda yang berputar
Ya Allah, aku lupa berpegangan, hingga akhirnya jatuh tersungkur dengan luka di sekujur tubuh

Ya Allah maha pemilik cinta, Engkau adalah dzat yang mampu dengan cepat menghilangkan cinta; mendatangkan cinta
Buaiku dalam kebahagiaan yang Kau janjikan kelak, yaa Rabb
Lapangkan hati atas apa yang telah membuatku sempit; patah

Sadarkan aku, Engkau maha mengetahui apa-apa yang baik untukku...
Hanya padamu aku berharap, memohon, mengadu.

Ya Allah, adakah surat ini Kau baca? Aku akan lantunkan berulang, agar Kau mampu membalas segera segala gundah yang merajai hati. Jangan sampai iblis berebut untuk menguasai dan tak mau beranjak pergi...

Ya Allah maha pemilik kesabaran, sabarkanlah hatiku... buatlah ikhlas menjadi caraku menghadapi hidup.

Ya Allah, aku rustin hamba-Mu yang rindu...

Tyn