Thursday, 20 March 2014

As(a)ku

Apa aku masih layak untuk mendulang rindu?
Untuk meneguk rasa bahagia yang sempat engkau janjikan saat bersuka cita.
Aku takut bila yang kau tawarkan kebahagian yang terbatas
Tak bisa lupa waktu
Tak bisa untuk pura-pura tertawa ria
Dalam waktu yang kau sendiri tentukan, aku akan kembali jatuh pada pengharapan
Mengulang kesedihan atas bahagia yang juga diulang seperti kemarin
Aku akan berusaha menikmatinya
Menebar senyum palsu layaknya cinta palsu yang kau tawarkan (lagi)
Adakah semua hanya semu, hanya ilusi yang tengah kuciptakan sendiri
Tak tahu apa itu sebuah kebenaran atau pembenaran yang aku ciptakan
Belajar lebih banyak menertawai kesalahan
Menertawai pembenaran yang tak sama sekali benar
Menciptakan kamu seperti yang ada dalam bayangan
Tapi sewaktu-waktu hilang ditelan kebahagiaan
Pastikanlah ini hanya sebuah mimpi atau nyata terjadi
Aku tak ingin tertawa sendiri; begitupun saat menangisi
Adakah kau menemani lagi?
Untuk dua detik
Dua menit
Dua jam
Dua hari
Dua minggu
Dua bulan
Dua tahun
Dua masa; masa kini dan masa depan

No comments:

Post a Comment