Sunday, 11 October 2015

Harga 1/2 kg donat

Taraaaaaaaaaa!!!!
Itu donat, memang sih ga ada apa-apanya dibandingkan donat-donat yang sudah ada di dalam mall sana, tapi alhamdulillah yah sesuatu. Jadi juga.

Masih ada beberapa kekurangan dalam pembuatan donat, tapi yang perlu disyukuri donatnya jadi, ga pake keras, dan alhamdulillah bisa dinikmati tanpa memakan korban jiwa.

Pembuatan donat yang baru kali pertama ini bukannya tanpa alasan, selalu ada alasan untuk setiap hal bukan? Pertama-tama ini adalah suatu pencapaian besar untuk aku, walau mungkin untuk orang lain biasa saja. Pada dasarnya aku bukan tipe orang yang suka gagal dalam membuat suatu hidangan. Bukannya apa, kalau gagal jd mubazir kan? Ga di makan, ujung-ujungnya dibuang.

Tapi untuk kali ini aku ingin mencoba sesuatu hal yang beda, keluar dari zona nyaman, menantang diri sendiri. Setelah hampir 3 tahun mampu membuat beberapa macam kue kering lebaran tanpa gagal, kali ini juga dengan harapan yang sama, tanpa kegagalan.

Malam itu sebelum proses pembuatan kue, seorang yang pernah menjadi tempat cerita akan segala macam ibadah, ia mengajarkan, memintaku banyak hal untuk melakukan ibadah yang sebelumnya tidak dilakukan. Dulu kami memang saling bercerita, tapi tidak lagi kini. Namun, setiap yang pergi akan selalu pulang, bukan? Aku pun kembali pulang untuk bertanya harus ke mana lagi arah yang kutempuh untuk mencapai suatu ketenangan? Entah karena ia masih ingat atau tidak, ia memintaku untuk membuat sebuah kue. Memintaku untuk melakukan kegiatan yang baru. Saat itu memang yang terlintas dalam pikiran hanya membuat donat, entah kenapa.

Untuk bahan-bahannya sendiri cukup mudah, mulai dari terigu berprotein tinggi, ragi instan, baking powder, kuning telur, gula pasir, garam, mentega, susu bubuk, kentang yang dikukus, terakhir air secukupnya. Semua bahan mudah didapatkan.

Masuk ke dalam proses pembuatan, ada banyak hal yang perlu dipahami, seperti pemakaian ragi instan tidak boleh dibarengi saat mencampurkan bahan mentega dan garam, hal itu dapat menyebabkan adonan tidak mengembang dan kaku.

Setelah proses pembuatan dilalui termasuk proses pendiaman adonan agar dapat mengembang, lalu adonan dibentuk dan didiamkan kembali untuk memaksimalkan proses pengembangan. Lanjut ke tahap berikutnya yaitu proses memasak. Kali ini donat dimasak dengan metode goreng. Saat menggoreng pun harus hati-hati, menggunakan sumpit agar donat tetap memiliki lubang seperti pada umumnya. Setelah selesai seluruh adonan digoreng, lalu mulai dengan proses pemberian toping semua sesuai selera.

Dan voilà! Sudah jadi donat nya...

Tapi, bukan ini yang sebenarnya ada di balik proses pembuatan donat untukku.

Hal yang paling utama aku diminta berani mencoba hal baru, keluar dari zona nyamanku. Hal kedua, walaupun aku sudah memiliki resep, aku diminta lebih teliti dalam membaca setiap kata yang ada pada resep, meminta hati-hati walau kita sudah tahu tahapan-tahapan yang harus kita lakukan. Selain itu, aku diminta menguasai teknik pembuatan. Setelah selesai, bahkan ketika aku yakin telah melakukannya dengan benar, donatku ada kekurangan, ia terlalu rapuh, hancur bahkan saat di goreng, namun dari segi rasa cukup memuaskan. Apa yang salah? Mungkin dari pembuatan adonan bahkan sampai metode pemasakan ada yang kurang tepat hingga memengaruhi hasil akhir yang kurang tepat. Analogikan seperti kehidupan.

Hal yang baik dari luar, belum tentu dari dalam. Namun, hal yang tidak baik sekalipun pasti ada kebaikan yang tersembunyi di dalamnya, mungkin kebaikan itu bukan untuk kita, untuk orang lain, aku diminta selalu bersyukur dalam keadaan apapun. Selain itu, aku diminta berusaha lebih maju untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan, dinamakan pengalaman. Aku diminta untuk teliti dalam melakukan apapun agar tidak kecewa pada akhirnya. Aku diminta melakukan semua hal dengan cara yang tepat. Hal yang berlebihan itu tidak baik, bahkan Allah sendiri pun tidak menyukainya. Semua harus tepat sesuai takaran. Tidak mencampuradukan setiap hal karena belum tentu hal-hal tersebut dapat menyatu dengan baik. Hal yang paling penting aku diminta untuk menghargai sebuah proses. Proses adalah jalan kita untuk mendewasakan diri, jalan kita untuk mendapatkan kehidupan seperti hari ini, proses adalah sebuah pengalaman.

Pengalaman itu guru kehidupan, pengalaman itu buku termahal. Menurutku, tidak ada yang lebih berarti selain memiliki pengalaman. Pengalaman membuat kita lebih mawas diri dalam bertindak. Pengalaman mengajarkan semua hal yang baik tidaklah selalu harus baik-baik saja. Saat ini boleh saja kita terpuruk, jatuh walau belum sempat bangkit lagi, boleh jadi saat ini kita gagal dalam mencoba sesuatu.

Tapi apa yang terjadi dalam kehidupan kita bukanlah tanpa alasan. Allah menciptakan semua bahkan dengan alasan yang paling baik. Alasan baik yang belum pernah kita tahu apa kebaikan yang dihasilkab dari setiap kejadian. Allah hanya meminta kita untuk bersyukur, meminta agar tidak menyesali setiap kesalahan yang mungkin kita lakukan. Anggaplah kesalahan itu adalah proses dari belajar. Jangan sampai kita menjadi golongan yang tidak menerima takdir karena menyesali setiap kejadian. Tak perlu seandainya tidak begini harusnya begitu. Allah itu perencana terbaik, kita hanya perlu percaya pada-Nya. Kita hanya perlu bersyukur dan lebih banyak bersujud atas kehidupan kemarin, hari ini, dan esok. 

Ketika Allah memisahkan kita terhadap sesuatu dengan keadaan apapun, anggaplah bukan rezeki, bukan jodoh. Namun, ketika Allah memutuskan akan menyatukan kita terhadap sesuatu, Allah pasti akan membuatnya didapat dalam keadaan terbaik, dengan cara paling baik, dengan akhir lebih baik. Itu namanya jodoh, itu namanya rezeki. Yang perlu kita percayai jodoh, rezeki, itu tidak mungkin tertukar. Allah Maha baik. Masya Allah, semoga kita termasuk ke dalam golongan orang yang senantiasa bersyukur, aamiin...

Love,
tyn-

2 comments:

  1. Proses kehidupan dengan proses pembuatan donat. Analogi yang menarik. Semoga senantiasa telaten dalam menghadapi proses, kak Rustin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada dasarnya mungkin dapat dianalogikan dengan pembuatan kue-kue lainnya, kebetulan kali ini donat, ah de rasanya plong hati ini 😄

      Delete